Langsung ke konten utama

Postingan

PENDEKATAN BERBASIS TEKS DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS

Buku ini berisi petunjuk praktis penerapan pendekatan berbasis teks ( genre-based approach ) dalam pengajaran bahasa Inggris yang dapat diaplikasikan untuk pembelajar di berbagai tingkat pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Melalui pengajaran bahasa Inggris yang berbasis teks dan literasi, dengan kegiatan membaca dan menulis yang intensif dan komprehensif, seperti yang dipaparkan dalam buku ini, siswa pun akan didorong untuk mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan yang sangat mendesak untuk dikembangkan di Indonesia dewasa ini. Berkaitan dengan karakter pendidikan, buku ini juga memperlihatkan bagaimana karakter siswa dapat dikembangkan melalui pengajaran berbagai jenis teks. Selain itu, terkait dengan program literasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah, buku ini juga sangat relevan karena membahas mengenai bagaimana caranya mengembangkan kemampuan literasi siswa. Meskipun fokus pada pengajaran bahasa Inggris, namun konsep serta langkah-langkah ...

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT)

Teknologi audit adalah salah satu bagian dalam manajemen infrastruktur yang sangat menentukan kelancaran pengoperasian dan pemeliharaan serta pelayanan kepada pelanggannya. Teknologi audit bertujuan mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam infrastruktur manajemen, menganalisis penyebabnya, dan menentukan tindakan perbaikan dan pencegahan agar masalah tidak terulang kembali. Audit teknologi mencakup evaluasi (penilaian) terhadap keberlanjutan tersebut. Hasil audit atau evaluasi menjadi umpan balik bagi penyelenggara infrastruktur karena berisi informasi tentang tren, faktor-faktor keberhasilan, dan juga faktor-faktor pemicu ketidakberhasilan tujuan pelayanan. Dalam membahas persoalan infrastruktur manajemen, tentunya tidak bisa hanya menilai unsur teknisnya saja, melainkan harus dikaji pula unsur-unsur pendukung nonteknis teknis. Atas dasar hal tersebut, buku ilmiah ini membahas masalah pengelolaan lumpur ulasan ditinjau dari sudut pandang teknologi yang mencakup perangkat teknik...

MELIHAT MENDENGAR MERASAKAN

Melihat buku ini, saya terharu, terbayang perjuangan kita siang dan malam selama 11 bulan, 24 jam, rasa-rasanya kalau diulang lagi nggak bisa lagi. Luar biasa kita waktu itu, dan alhamdulillah ada anak muda yang mengabadikannya. Luar biasa foto-foto itu —   Alex Noerdin , Gubernur Sumatera Selatan Anda seperti berada di tengah kemeriahan ajang kompetisi olahraga se-Asia Tenggara ketika membaca buku ini — Pung Purwanto , Pemimpin Redaksi Koran SINDO Momen-momen yang berharga di dalam maupun di luar lapangan tidak serta-merta hadir di depan mata dan siap untuk diabadikan, namun didapatnya lewat proses pencarian dan pembelajaran — Arie Yudhistira, Redaktur Foto Koran SINDO Sea Games 2011 di Mata Seorang Fotografer;  Mushaful Imam;  Cetakan I, 2014; 20,5 x 26 cm; 128 hlm.; Hardcover

KHAZANAH ISTILAH AL-QUR'AN

Dewasa ini tak sedikit orang yang ingin memperdalam agama Islam. Tetapi karena berbagai keterbatasan—baik keterbatasan waktu maupun keuangan—kajian mereka terkadang menjadi tidak tuntas. Ada orang-orang yang sudah cukup banyak menyerap informasi tentang Islam, namun belum dapat menyusunnya dalam sistematika ringkas yang siap pakai. Dalam buku ini dihimpun seluruh istilah-konsep yang dikandung oleh Al-Quran, dan upayakan penjelasannya terutama dengan ayat-ayat Kitab Suci yang sama, kemudian dilengkapi dengan hadits Nabi, atsar Sahabat, serta qawl para imam mazhab dan ulama-ulama terkemuka. Diharapkan buku ini dapat membantu para pembaca muslim yang sedang berusaha keras untuk memperdalam agamanya dengan memberikan kemudahan dalam mencari istilah-istilah Islam yang terdapat di dalam Al-Quran. Bagi yang telah cukup luas lingkup bacaannya, maka—meminjam peristilahan komputer—materi buku ini diharapkan dapat menjadi keyword dan password dalam memanggil bit-bit data dari memori otaknya....

KERAJAAN GALUH

Penelitian dan penulisan tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa Barat, terutama yang menyangkut keberadaan Kerajaan Galuh sudah banyak ditulis oleh para ahli sejarah. Baik dalam bentuk buku maupun artikel-artikel yang dimuat di berbagai media masa cetak. Tidak sedikit tulisan dalam bentuk historiografi sampai novel sejarah, dan lainnya. Buku Kerajaan Galuh: Legenda, Takhta, dan Wanita   ini merupakan salah satu tambahan di antara tulisan-tulisan tentang sejarah Kerajaan Galuh. Naskah buku ini merupakan mosaik dari kisah-kisah yang dianggap menarik di sekitar Kerajaan Galuh, meski tidak melepaskan konteks kesejarahannya. Bahan-bahan naskah merupakan hasil studi perpustakaan pribadi, istana lapangan, dan wawancara dengan sejumlah nara sumber, terutama yang menyangkut cerita rakyat. Legenda, Takhta, dan Wanita;  Her Suganda;  Cetakan I, 2015; 14,5 x 21 cm; 148 hlm.

ON WRITING WELL

Takut menulis tertanam pada otak anak-anak sekolah pada usia dini, khususnya anak-anak yang berkecederungan sains, atau teknik dan mekanik. Mereka yakin bahwa menulis adalah kemampuan khusus yang dikuasai oleh guru bahasa, yang hanya dimiliki oleh sedikit orang yang berkecenderungan humanistik yang memiliki “bakat dalam kata-kata”.   Namun menulis bukanlah keterampilan yang dimiliki sebagian orang sejak lahir sementara sebagian lainnya tidak, seperti bakat dalam musik atau seni. Menulis adalah berbicara kepada seseorang di atas kertas. Seseorang yang dapat berpikir secara jernih mampu pula menulis dengan jelas, tentang masalah apa pun. Itulah yang menjadi premis sentral buku ini. Panduan Menulis Nonfiksi Klasik;  William Zinsser;  Penerjemah, Drs.   Purwanto, B.Sc.;  Cetakan I, 2015; 14,5 x 21 cm; 352 hlm.

POKOKNYA STUDI KASUS

Buku ini memandu para peneliti pemula dalam melakukan studi kasus, yakni mengkaji secara serius hal-hal spesifik yang lingkupnya kecil, tetapi dampaknya besar bagi pemahaman persoalan pendidikan. Pertama-tama Anda akan diajak melakukan refleksi atas skripsi yang Anda tulis dan mengingatkan Anda terhadap sejumlah tulisan menarik “bermutu” sebagaimana diakui oleh komunitas akademik secara internasional. Selanjutnya diulas mengenai paradigma makna ilmu sosial, termasuk ilmu pendidikan; dan juga tentang studi kasus dalam dunia pendidikan. Langkah-langkah dan teknik melakukan studi kasus dibahas pula secara terperinci dalam bab-bab buku ini.   Prof. Alwasilah mengilhami pemahaman tentang penelitian kualitatif yang terjadi pada persilangan antara penelitian, budaya, dan perilaku individu manusia. Pokoknya Studi Kasus: Pendekatan Kualitatif akan membantu Anda mengembangkan keterampilan penelitian dan penalaran yang mampu melampaui penerimaan status quo Indonesia untuk membawa perubahan...

MENGGAPAI SHALAT KHUSYU

Menggapai Shalat Khusyu mungkin bukan buku pertama yang membahas tentang shalat khusyu. Tetapi, buku ini bisa jadi merupakan buku tuntunan praktis pertama tentang metode atau cara memperoleh kekhusyuan dalam shalat. Metode praktis ini “ditemukan” oleh penulisnya melalui pengalaman panjangnya dalam usaha menelaah, mengkaji dan mencoba “menguasai makna” bacaan shalat. Buku ini diterbitkan dengan maksud untuk berbagi pengalaman dengan khalayak luas kaum Muslim, yang niscaya selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas ibadahnya, dalam hal ini shalat. Penulisnya adalah profesional dan aktivis Islam senior, yang sejak masa kuliahnya hingga kini banyak berkecimpung dalam berbagai kegiatan keislaman, di kampus dan khususnya di dalam organisasi.   H. Mohammad Umar Dany;   Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 148 hlm.

PENGANTAR DESAIN MEBEL

Dalam kehidupan sehari-hari keberadaan perabot berupa mebel berperan sebagai fasilitas atau sarana bagi berbagai kegiatan manusia di dalam suatu ruangan. Dari tidur, bekerja dan kembali tidur, manusia memerlukan perabot berupa mebel yang membantu kegiatan tersebut terlaksana dengan baik. Buku ini mengantarkan pembaca pada keindahan desain mebel dunia, lengkap dengan berbagai bahasan yang penting untuk pengenalan desain mebel.   Jamaludin;  Cetakan II, 2014; 15,5 x 23,5 cm; 180 hlm.; ISBN 979-3631-97-X

INSULINDE PARK

Insulinde Park (Taman Lalu Lintas “Ade Irma Suryani Nasution” sejak 1966) adalah taman yang indah, asri dan unik di Kota Bandung sejak dibangun hingga sekarang. Semula ia adalah lapangan militer, taman kota, lalu menjadi tama n tropis hingga zaman kolonial berakhir. Sebagai taman tropis, di dalam areanya tumbuh berbagai jenis pohon tropis yang kini tergolong langka, seperti pohon sosis, sepatu dewa, samolo, dan sebagainya. Setelah berubah menjadi Taman Lalu Lintas (diresmikan pada 1958)—taman yang diniatkan untuk pendidikan berlalu lintas bagi anak-anak di Kota Bandung—kebutuhan arena bermain bagi anak-anak dan kebutuhan sejumlah bangunan penunjang “memaksa” banyak jenis tumbuhan tropis ditebang. Citra sebagai taman tropis yang asri dan unik pun memudar. Dalam buku Insulinde Park ini, pembaca diajak untuk menengok sejarah pembangunan taman yang unik itu, sejak lahirnya ide, realisasi hingga kondisinya sekarang. Di samping itu pembaca juga dapat mengetahui sejarah tentang bangunan ...

TJITAROEMPLEIN

Tjitaroemplein (Lapangan Citarum Bandung)—bukan Taman Citarum—dahulu adalah salah satu lapangan di Kota Bandung yang cukup luas dan memiliki nilai sejarah, khususnya terkait dengan Stasiun Radio Malabar—pemancar gelombang radio pertama untuk telekomunikasi antara Hindia-Belanda dan Belanda pada zaman kolonial. Di Lapangan Citarum, di mana lokasi Taman Citarum dan lingkungannya sekarang merupakan bagian darinya, berdirilah monumen untuk memperingati keberhasilan stasiun tersebut melakukan hubungan komunikasi dengan Belanda. Selain sejarah cemerlang telekomunikasi Hindia Belanda yang diabadikan dalam Monumen Stasiun Radio Malabar yang dibangun di Tjitaroemplein, dalam buku ini juga mengungkap sejarah sejumlah bangunan dan situasi lingkungan di sekitar lapangan tersebut pada zaman baheula sampai ayeuna.  Sudarsono Katam;  Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 100 hlm.

GEMEENTE HUIS

Gemeente Huis (Balai Kota) Bandung adalah salah satu bangunan bernilai sejarah dan memiliki nilai arsitektur klasik yang tinggi di Kota Bandung pada masanya. Sebelum dibangun menjadi Gemeente Huis , konon, merupakan gudang kopi milik Asisten Residen wilayah Priangan pada waktu itu. Dulu Taman Merdeka (Taman Dewi Sartika) yang berada di dalam komplek perkantoran Pemerintah Kota Bandung sekarang sudah menjadi kebun yang asri dengan pepohonan rindang yang banyak dikunjungi warga kota untuk berekreasi. Bukan hanya sejarah bangunan dan pemerintahan Kota Bandung yang dikaji dalam buku Gemeente Huis ini, melainkan juga sejarah keberadaan sejumlah bangunan di seputar Gemeente Huis dan situasi lingkungannya pada saat itu serta kondisinya dewasa ini. Sudarsono Katam;  Cetakan I, 2014;  14,5 x 21 cm;  140 hlm.

SISTEM KERUKUNAN DALAM REGU PENGGALANG

Buku Sistem Kerukunan dalam Regu Penggalang merupakan saduran dari buku Patrol System karangan Roland Philips, yang sengaja istilah-istilahnya telah disesuaikan dengan istilah-istilah yang berlaku di dalam Gerakan Pramuka di Indonesia. Sistem Patroli atau “Sistem Kerukunan dalam Regu Penggalang” adalah suatu cara bekerja sama dengan akrab dan cinta kasih, yang merupakan metode pendidikan dalam kepanduan dan digunakan sebagai cara bekerja dan berorganisasi. Cara bergerak, berlatih, dan bekerja yang menggunakan kelompok-kelompok kerukunan anak-anak dan pemuda sebagai satuan gerak atau tugas, dipimpin oleh salah seorang anak yang menjadi kepala kerukunan, namun tanggung jawabnya dipegang oleh seorang Pembina.   Idik Sulaeman;  Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 72 hlm.

KURSUS KADER PEMIMPIN REGU

Idik Sulaeman Bagi para Pembina Penggalang baru, mungkin cukup sulit untuk bisa me­latih Pemimpin Regu. Buku Kursus Kader Pe­mim­­pin Regu ini akan membantu para Pembina Penggalang. Kursus Kader Pemimpin Regu dapat di­selenggarakan oleh Kwartir Ranting secara seka­ligus untuk 32–40 orang Pemimpin Regu. Buku ini mencoba menyajikan hal-hal po­kok yang harus dikuasai oleh para Pemimpin Regu. Sengaja tidak disajikan secara terperinci, agar para Andalan Putra/Putri dan Andalan Latihan serta Pelatih dapat meleng­kapi­nya dengan daya cipta atau kreasi barunya masing-masing.  Dengan mengikuti Kursus Pemimpin Regu, mutu keca­kap­an para Pe­mimpin Regu niscaya dapat meningkat dan pa­sukan-pa­sukan Penggalang pun akan maju pesat.   Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 72 hlm.; Rp 20.000,-

PEDOMAN PEMBINA PRAMUKA

Idik Sulaeman   Buku Pedoman Pembina Pramuka menyajikan hal-hal mendasar yang harus diketahui oleh para Pembina Pramuka me­ngenai organisasi dan pelaksanaan kegiat­an kepramukaan. Secara singkat namun lengkap, buku ini membahas hal-hal pen­ting dalam penyelenggaraan kegiatan di Perindukan Siaga, Pasukan Pengga­lang, dan Ambalan Penegak. Tidak hanya menyinggung masalah pengelolaan or­gani­sasi, keuangan, dan kecakapan dalam tiap-tiap ke­lompok tersebut, buku ini juga menyajikan hal-hal yang unik dalam tiap-tiap kelompok tersebut. Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 68 hlm.; Rp 18.000,-

PERMAINAN SIAGA PUTRA

Idik Sulaeman Tidak sedikit para Pembina atau Pembantu Pembina Siaga yang mengeluh, karena kehabisan acara latihan yang harus diberikan ke­pada anak didiknya. Hal ini sangat wajar karena seorang Pembina Pra­muka bukanlah ensiklo­pedi berjalan. Le­bih-lebih bagi para Pembina yang baru dan belum berpengalaman dalam meman­du. Biasanya sumber inspirasi acara latih­an didapat dalam kursus-kursus Pembina Pramuka, sedang­kan kursus-kursus itu pa­da hakikatnya tidak di­mak­sudkan untuk mencontohkan aneka ragam latihan, melainkan lebih banyak memberikan penjelasan metodik dalam membina anak dan mengorganisasikannya. Buku Permainan Siaga Putra mencoba merangsang daya cipta seorang Pembina untuk mengembangkan mata acara latihan yang ada dan kemu­dian menyusunnya dalam ben­tuk acara latihan yang baru. Con­toh-contoh acara latihan di­su­sun untuk latihan Siaga putra meskipun banyak di antara­nya yang dapat pula dilakukan oleh para Siaga putri.   Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 120 hlm.; Rp ...

MENEMPUH KECAKAPAN SIAGA MULA

Idik Sulaeman   Untuk dapat mengenakan pa­kaian seragam Pramuka Siaga dengan seta­ngan atau pita leher Merah Putih dan baret cokelat menghias kepala, para Siaga harus memenuhi syarat-syarat kecakapan terten­tu. Setelah me­nyatakan dirinya siap, para calon Siaga harus mempelajari segala se­suatu yang perlu diketahui dan kemudian bersedia untuk diuji mengenai hal itu. Buku Menempuh Kecakapan Siaga Mula menyajikan ber­bagai ketentuan yang harus dikuasai oleh para calon Siaga. Setelah ketentuan-ketentuan itu dapat dipenuhi barulah para calon Siaga dapat dilantik dan diperkenankan untuk mengenakan seragam dan setangan Merah Putih.   Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 48 hlm.; Rp 15.000,-

UPACARA DALAM KESIAGAAN

Idik Sulaeman Buku Upacara dalam Kesiagaan menyajikan pelbagai jenis upacara yang diselenggarakan dalam Perindukan Siaga dan tata cara melaksanakannya. Secara terperinci dibahas mengenai enam macam upacara dalam Kesiagaan, yaitu upacara pembukaan dan penutupan latihan, upa­cara penerimaan calon siaga, upacara  pe­lantikan, upacara pemberian tanda keca­kapan, dan upacara kenaikan Siaga ke Pasukan Penggalang. Setiap upacara tersebut, disajikan secara terperinci lang­kah demi langkah, sehingga mudah diikuti dan diterapkan oleh Pembina maupun anak-anak binaannya.   Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 54 hlm.; Rp 16.000,-

METODE KESIAGAAN

Idik Sulaeman   Buku Metode Kesiagaan membahas antara lain mengenai bagaimana kesi­a­gaan itu lahir, apa dasar dan meto­denya, bagaimana cara membina Siaga yang baik, dan bagaimana cara menyajikan kesiagaan. Hal itu untuk mengingatkan kembali pa­ra Pem­bina yang bergerak dalam kesi­aga­an agar secara sadar mengetahui bah­wa mereka bukan sekadar mengasuh dan memimpin per­ma­inan dan kegiatan, tetapi lebih dari pada itu, mereka adalah mem­bina anak-anak, yang berarti mengem­bangkan potensi yang telah ada pada diri anak. Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 44 hlm.; Rp 15.000,-

PENOLONG PEMBINA SIAGA

Idik Sulaeman Buku Penolong Pembina Siaga merupakan buku utama bagi para Penuntun (Pembina dan Pembantu Pembina Siaga), karena di dalamnya dimuat secara leng­kap pokok-pokok dasar pendidikan kepan­du­an dalam go­longan Siaga. Para Pembina dan mereka yang bermi­nat untuk terjun mem­bina langsung anak-anak yang berusia 7-11 tahun dapat de­ngan mudah mencari ketentuan-ke­ten­tuan me­ngenai Kesia­gaan dalam buku ini. Dengan bekal pengetahuan tersebut, secara minimal para Penuntun dapat dengan mantap me­lakukan usaha pembi­naan terhadap para Siaga yang dengan sendirinya akan menaikkan taraf mutu hasil binaannya. Buku ini dilengkapi pula dengan Pe­tunjuk Permainan Siaga, yang disusun secara terperinci dan berupa ketentuan-ketentuan. Cetakan I, 2014; 14,5 x 21 cm; 72 hlm.; Rp 18.000,-