Langsung ke konten utama

SI GOLOK PANJANG

"Jangan bergerak!" Cece dan Junus berbareng meloncat dari solokan. Orang itu terkejut, menengok ke kanan sambil mencabut goloknya. Tapi belum sempat ia mencabut goloknya, tangan yang memegang hulu golok itu sudah keburu dipukul dengan penggaris bulat oleh Cece yang melindungi kepala dan mengelak ke kiri menghindari tinju kiri orang yang mendudu hendak menyerangnya. Bersamaan waktunya dengan saat tinju kirinya menyerang angin, kaki kirinya disapu oleh Junus, maka orang itu terbanting mencium lantai. Cece menubruk untuk merampas goloknya, tapi sebuah sepakan memapaknya di dada sehingga kalau saja ia tak segera memutar tubuhnya, mau tidak mau napasnya berhenti. Orang itu bangkit hendak berdiri; tapi ketika hendak mencabut goloknya lagi, ia menjadi ragu dan batal,


Kiblat Buku Utama, 2018; 14,5 x 21 cm; 112 hal; Softcover
Beli di TokopediaLazada, dan Bukalapak

Postingan populer dari blog ini

ALBUM BUAHHATIKU

Sajak-sajak Ready Susanto jernih, memikat, bersahaja, dan bernas. Dia tidak memberikan Hamparan kata-kata yang sulit dipahami. Membaca sajak-sajaknya seolah membaca petuah-petuah bijak yang dapat dicerna secara langsung diterima oleh logika-rasio. Kesan apa adanya, kebersahajaan komunikasi yang ditampilkannya membuat sajak-sajaknya berinteraksi baik dengan pembacanya. Sehingga tidak terjadi kebingungan untuk menarik kesimpulan dan makna bagi pembaca. - Eko Putra, Dalam Berita Pagi, Minggu, 3 Mei 2009 Bejana, 2007; 14,5 x 21 cm; 68 hal; Softcover Beli di  Tokopedia ,  Shopee ,  Lazada , dan  Bukalapak

GEDUNG SATE BANDUNG

Gedung Sate saat ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor Gubernur Jawa Barat, melainkan juga sudah merupakan landmark (identitas tempat) yang melekat di kota bandung bahkan Provinsi Jawa Barat secara umum. Nilai-nilai sejarah perkuangan bangsa yang mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat juga telah menempatkan Gedung Sate sebagai bukti sejarah otentik kota bandung, yang juga sangat identik dengan percaturan kehidupan kolonial pada zamannya. Pada saat yang sama, sejarah juga mencatat nilai-nilai karung Gedung Sate yang pernah menjadi lokus perjuangan kemerdekaan bangsa dan bahkan di gedung ini pernah pula berdiri satu pemerintahan yang menjadi pengejawantahan gagasan faderalisme di Indonesia. Sementara itu, bagi pemerhati dan peminat sejarah perkembangan arsitektur bangunan dan kota di Indonesia, Gedung Sate dapat dipandang sebagai salah satu titik penting dan fenomenal yang menunjukkan satu perkembangan arsitektur bangunan di Indonesia, yang memadukan unsur modern dengan unsur tr...

MENJADI SAWAH

Rosid dalam kronik, kritik, dan konsepsi seni Dilengkapi dengan foto-foto lukisan Kiblat Buku Utama, 2007; 14,5 x 21 cm; 64 hal; Softcover Beli di  Tokopedia ,  Shopee ,  Lazada , dan  Bukalapak