Langsung ke konten utama

MARHABAN YA RAMADHAN

Asep Salahudin
Meskipun ada keberjamaahan dalam ibadah Ramadhan, namun sasaran utama shaum Ramadhan hakikatnya adalah “diri” kaum Muslim, yaitu supaya setiap pribadi Muslim menjadi orang bertakwa, la`allakum tattaqūn. Dalam hadits, Nabi Saw. menyatakan shaum Ramadhan sebagai jihad akbar, perang besar, memerangi hawa nafsu yang mengajak kepada perbuatan keji dan munkar—sebagai lawan dari jihad asghar, perang kecil, melawan musuh yang hendak memerangi Islam.
Buku Marhaban ya Ramadhan: Hikmah dan Pesan Sosial Puasa ini berpretensi hendak memberikan bahan renungan bagi pribadi-pribadi Muslim dalam mempersiapkan diri menghadapi perang besar yang setiap tahun disediakan Allah untuk melejitkan martabatnya. Penulisnya adalah cendekiawan, penulis, pengajar beberapa PT Islam, sekaligus praktisi tasawuf.
Cetakan I, 2012; 14,5 x 21 cm; 208 hlm.; Rp 47.000,-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALBUM BUAHHATIKU

Sajak-sajak Ready Susanto jernih, memikat, bersahaja, dan bernas. Dia tidak memberikan Hamparan kata-kata yang sulit dipahami. Membaca sajak-sajaknya seolah membaca petuah-petuah bijak yang dapat dicerna secara langsung diterima oleh logika-rasio. Kesan apa adanya, kebersahajaan komunikasi yang ditampilkannya membuat sajak-sajaknya berinteraksi baik dengan pembacanya. Sehingga tidak terjadi kebingungan untuk menarik kesimpulan dan makna bagi pembaca. - Eko Putra, Dalam Berita Pagi, Minggu, 3 Mei 2009 Bejana, 2007; 14,5 x 21 cm; 68 hal; Softcover Beli di  Tokopedia ,  Shopee ,  Lazada , dan  Bukalapak

MENJADI SAWAH

Rosid dalam kronik, kritik, dan konsepsi seni Dilengkapi dengan foto-foto lukisan Kiblat Buku Utama, 2007; 14,5 x 21 cm; 64 hal; Softcover Beli di  Tokopedia ,  Shopee ,  Lazada , dan  Bukalapak

GEDUNG SATE BANDUNG

Gedung Sate saat ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor Gubernur Jawa Barat, melainkan juga sudah merupakan landmark (identitas tempat) yang melekat di kota bandung bahkan Provinsi Jawa Barat secara umum. Nilai-nilai sejarah perkuangan bangsa yang mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat juga telah menempatkan Gedung Sate sebagai bukti sejarah otentik kota bandung, yang juga sangat identik dengan percaturan kehidupan kolonial pada zamannya. Pada saat yang sama, sejarah juga mencatat nilai-nilai karung Gedung Sate yang pernah menjadi lokus perjuangan kemerdekaan bangsa dan bahkan di gedung ini pernah pula berdiri satu pemerintahan yang menjadi pengejawantahan gagasan faderalisme di Indonesia. Sementara itu, bagi pemerhati dan peminat sejarah perkembangan arsitektur bangunan dan kota di Indonesia, Gedung Sate dapat dipandang sebagai salah satu titik penting dan fenomenal yang menunjukkan satu perkembangan arsitektur bangunan di Indonesia, yang memadukan unsur modern dengan unsur tr...